Tampilkan postingan dengan label Entry by Erni Yuliani (D1810030). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Entry by Erni Yuliani (D1810030). Tampilkan semua postingan

Rabu, 13 Juni 2012

Keberanian Membawa Kita Menuju Kesuksesan




Hai teman-teman sebenarnya ada sesuatu tentang keberanian yang sangat menginspirasi yang dilihat dalam kehidupan sehari-hari lho. . .

Keberanian adalah  kualitas pikiran atau jiwa yang memampukan seseoramg untuk menghadapi kesulitan,bahaya dan rasa takut dengan keteguhan dan solusi
Tentu saja keberanian itu tidak mengenal batas gender. Keberanian muncul dalam berbagai wujud, namun ketika keberanian itu datang, kita harus segera menangkapnya. Karena kesuksesam dalam hidup sangat memerlukan kekuatanya.
Dengan keberanian, kita bisa menatap masa depan dengan percaya diri. Keberanian membuat kita untuk bertahan menghadapi masalah yan kita hadapi, dan dengan kegigihan yang tak akan pudar. Keberanian menjadikan kita lebih kuat, lebih berani, dan lebih baik.

Mereka yang sukses menyadari bahwa hidup memiliki  resiko, seseorang tidak dapat melindungi dirinya setiap saat dan kesuksesan tidak pernah dijamin. Jangan pernah takut dan tidak yakin untuk sukses karena ketidakefektifan tersebut bersal dari rasa takut.
Keberanian mengambil risiko membuka jalan dan menuntun arah. Keberanian berani untuk tampil berbeda agar dapat memperluas pengalaman kita.

Biasanya rasa takut menyuruh kita untuk lari, keberanian menyuruh untuk berjuang. Contohnya kita harus memperjuangkan kebudayaan agar tidak luntur. Keberanian menurut saya adalah kunci yang baik agar kita dapat mencapai kesuksesan. Keberanian menyadari bahwa rasa takut mendominasi membuat masalah menjadi lebih buruk, apabila kita takut akan menderita maka kita akan menderita karena ketakutannya.

Keberanian itu tidak pernah berdiri sendiri, namun keberanian merupakan hasil dari keyakinam dan buah dari tujuan. Jika kita fokus dan berani dalam mencapai tujuan, dan kita harus yakin dengan tujuan kita tersebut kita akan sukses.

Sebaliknya kebiasaan sikap dan karakter yang negative memberikan pengaruh buruk pada seseorang dan kesuksesannya.
Seseorang tidak boleh membalikan badan dan lari dari masalah, jika kita melakukannya mungkin kita akan menambah masalah. Namun, jika kita langsung mengadapinya tanpa takut, maka kita akan mengurangi masalah tersebut, jangan pernah lari dari masalah, karena masalah harus di hadapi dengan keberanian bukan lari dari kenyataan

Keberaniam bukan tidak adanya ketakutan, melainkan kemampuan untuk menghadapi ketakutan dan berkata "apapun yang saya rasakan sekarang saya akan terus maju".

Senin, 04 Juni 2012

Minat, Kebiasaan, dan Budaya Baca



Faktor yang menjadi pendorong atas bangkitnya minat baca ialah ketertarikan, kegemaran dan hobby membaca, dan pendorong tumbuhnya kebiasaan membaca adalah kemauan dan kemampuan membaca. Berseminya budaya baca adalah kebiasaan membaca, sedangkan kebiasaan membaca terpelihara dengan tersedianya bahan bacaan yang baik, menarik, memadai, baik jenis, jumlah, maupun mutunya. Inilah sebuah formula yang secara ringkas untuk mengembangkan minat dan budaya baca. Dari rumusan  konsepsi tersebut tersirat tentang perlunya minat baca itu dibangkitkan  sejak usia dini (kanak-kanak). Hal itu dimulai dengan bentuk-bentuk huruf dan angka pada masa pendidikan prasekolah hingga mantapnya penguasaan membaca-menulis-berhitung pada awal pendidikan disekolah dasar. Perlu dicatat bahwa dalam dunia belajar  modern setiap anak mulai diajarkan  dengan bentuk bentuk huruf dan tanda-tanda  yang mempunyai arti tertentu. Dalam  hal itu dan lebih baik lagi kalau si-anak tersebut mulai menyadari bahwa rangkaian  huruf-huruf itu  mempunyai sesuatu cerita yang menarik, maka tentu akan mendorongnya untuk berkenalan dengan kata kata dan selanjutnya berniat untuk dapat berkata.
            Kita sudah memasuki milenium ketiga yang sering disebut abad informasi. Suatu abad dimana informasi diproduksi secara besar-besaran dan didistribusikan ke seluruh penjuru dunia melalui berbagai media cetak dan elektronik. Tetapi kita masih berbicara tentang perlunya ditumbuhkan minat, kebiasaan, dan budaya baca. Suatu kesenjangan yang sangat mencolok. Sementara dalam sejarah kehidupan  manusia telah membuktikan betapa pesatnya kemajuan sejak  tradisi lisan beralih kepada tradisi tulisan dan persebaran naskah tulisan makin meluas. Terutama setelah ditemukan kertas dan dilanjutkan dengan penemuan mesin cetak. Tradisi baca-tulis semakin berpengaruh terhadap perubahan ketika naskah diproduksi dengan  mesin cetak dan digandakan berupa buku dan terbitan-terbitan lain, sehingga persebaran dan pemakaiannya tidak lagi menjadi status sosial kalangan terbatas. Kita seharusnya dapat belajar banyak dari pengalaman tersebut. Perpustakaan mulai tumbuh untuk melayani masyarakat yang tidak mampu atau tidak merasa perlu  mengoleksi buku-buku secara pribadi. Kondisi itu sangat menolong anggota masyarakat yang menghadapi keterbatasan sosial ekonomi.
            Kita selalu menyatakan mengutamakan ikhtiar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa. Mempersoalkan sejauh mana untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, mempersoalkan sejauh mana minat baca telah berkembang, dan membahas upaya  bagaimana masyarakat  mengembangkan berbudaya membaca. Sudah banyak waktu, energi, perhatian dan modal yang dikeluarkan. Namun segalanya itu tidak mungkin terlepas dari kenyataan sebagai pijakan untuk mengambil langkah-langkah kongkret lebih lanjut. Kelihatannya budaya membaca baru menggejala di kalangan sangat terbatas di dalam masyarakat kita, sehingga membaca buku terkesan “privilese” bagi kalangan tertentu. Sementara semua orang menmyadari bahwa meningkatkan arus informasi secara kualitatif dewasa ini. Perbedaan kesempatan untuk memperoleh informasi dapat berakibat kesenjangan yang membedakan masyarakat menjadi dua golongan, yaitu antara warga yang diuntungkan  oleh kemudahan dan keluasan akses terhadap informasi, dan mereka yang dirugikan  karena sangat terbatasnya akses itu. Kesenjangan atau ketimpangan akses tersebut sebagai konsekuensi  atas perbedaan akses mendapatkan informasi akan merupakan beban yang amat menghambat kemajuan masyarakat yang bersangkutan. Oleh karena itu kesungguhan kita untuk membangun masyarakat yang berbudaya baca mestinya ditunjang oleh meningkatnya ketersediaan bahan bacaan yang memadai, makin efektif dan efisiensinya fungsi perpustakaan.

Minggu, 03 Juni 2012

Pemasyarakatan Perpustakaan


Pemasyarakatan Perpuspustakaan? apa itu? Menurut buku yang saya baca Pemasyarakatan perpustakaan atau sering disebut sosialisasi perpustakaan adalah upaya atau kegiatan-kegiatan yang terus dilakukan untuk sosialisasi, promosi dan publikasi dalam rangka menempatkan perpustakaan menjadi bagian dari kehidupan dan aktivitas masyarakat. Maksudnya adalah bahwa keberadaan perpustakaan di tengah-tengah masyarakat diketahui, dikenal, dan dimanfaatkan sebagaimana mestinya. Ketika itu kegiatan di perpustakaan dapat berjalan baik dan masyarakat mendapatkan nilai tambah, baik dalam ilmu pengetahuan, informasi maupun jasa perpustakaan lainnya. Perpustakaan menjadi tetap eksis dan berkembang mengikuti kemajuan masyarakat. Pemasyarakatan perpustakaan dapat dilakukan oleh penyelenggara/pengelolanya bersama-sama unsur atau pihak lain. Upaya tersebut sebaiknya dikembangkan untuk semua jenis perpustakaan. Sebab dengan adanya usaha pemasyarakatan yang dilakukan dengan baik, para pengguna dapat mengikuti perkembangan perpustakaan.

Rabu, 30 Mei 2012

PERPUSTAKAAN ZAMAN DAHULU

Perpustakaan besar yang berada di Alexandria, Mesir (367-283 SM)


Menurut catatan sejarah umat manusia yang sempat terungkap tentang keberadaan dan perkembangan perpustakaan menunjukkan bahwa perpustakaan sudah ada sejak zaman kuno. Berikut ini adalah sejumlah perpustakaan yang pernah didirikan oleh umat manusia. Perpustakaan yang paling awal pernah ada di kota Ninive yang dibangun pada tahun sekitar 669-636 Sebelum Masehi (SM). Kemudian perpustakaan yang memiliki sekitar 10.000 bahan pustaka, didirikan pada masa kerajaan Babylonia dan Assyria. Sejarah tentang perpustakaan itu terungkap berkat penelitian seorang arkeolog dan diplomat Inggris yang bernama Sir Austen Henri Layard (tahun 1817-1894). Selanjutnya sebuah perpustakaan yang terkenal terdapat di kuil Horus, Mesir, didirikan pada sekitar tahun 337 SM. Koleksinya berupa gulungan papyrus berisi tentang astronomi, agama dan perburuan. Sebuah perpustakaan yang sangat besar telah pula dibangun pada tahun 367-283 SM di Alexandria, Mesir. Tokoh pendirinya adalah Ptolemeus I, dengan koleksi sekitar 400.000 naskah. Di Asia Kecil juga telah didirikan perpustakaan Pengamun dengan koleksi kurang lebih 200.000, yang dibangun oleh Raja Rumenes II. Perpustakaan itu merupakan pusat ilmu pengetahuan masa kerajaan tersebut.

Minggu, 27 Mei 2012

Filosofi Perpustakaan


Filosofi perpustakaan merupakan sebuah landasan atas suatu tindakan untuk membangun, membentuk, menyelenggarakan, mengembangkan dan memberikan layanan perpustakaan. Dalam tataran filosofis ini biasanya dikaitkan dengan sejumlah pertanyaan yang mendasar tentang sebuah perpustakaan perlu dibangun, apa tujuannya, siapa yang membangun dan bertanggung jawab memelihara, membina dana mengembangkan, siapa yang akan menggunakan, siapa pihak-pihak yang terkait, dan kelangsungannya ke masa depan? Kedua, bagaimana tata cara membangun, menyelenggarakan, menyiapkan segala sesuatu, memberdayakan sumber daya perpustakaan, memberikan layanan dan mempertahankan eksistensi

Sabtu, 26 Mei 2012

Apakah Tayangan Televisi Membuat Malas Membaca?


Salah satu media elektronik yang berkembang pesat adalah televisi. Berkat kemajuan teknologi pertelevisian kini siaran televisi sudah berlangsung selama 24 jam sehari terus-menerus. Berarti sepanjang hari kita dapat menikmati acara televisi. Siaran televisi itu antara lain berisi hiburan, penerangan/informasi, pendidikan dan promosi barang dan jasa. Oleh karena banyaknya acara yang ditayangkan oleh televisi, maka masyarakat dan pemirsa harus dapat memilih acara televisi yang bermanfaat bagi dirinya sendiri. Semua orang mengetahui bahwa banyak sekali acara yang digunakan oleh pengelola siaran televisi,

Jumat, 25 Mei 2012

Ternyata “Terung Belanda” Mempunyai Khasiat Lho…



Apakah terung belanda itu? Kalau belum tau mari simak yak…
Terung Belanda yang memiliki nama latin Cyphomandra betaceae adalah buah yang berbentuk bulat telur yang menyerupai markisa yang berwarna ungu kemerahan. Memiliki tekstur lembut dengan rasa cenderung manis asam

Kamis, 17 Mei 2012

Apa itu Online Public Access Catalog (OPAC) ???



Dalam “Dictionary of Library and Information Management” menyebutkan bahwa OPAC adalah sistem katalog perpustakaan berbasis elektronik yang bisa digunakan melalui terminal komputer untuk mencari informasi atau koleksi.

            Menurut ALA Glosary of Library and Information Science menjelaskan bahwa OPAC adalah cantuman bibliografi dalam bentuk yang dapat dibaca oleh mesin dan disimpan dalam

Jumat, 11 Mei 2012

Apa Semua Orang yang Pergi ke Perpustakaan disebut “KUTU BUKU” ???



Kalau kita masuk di dalam perpustakaan apa kita bisa disebut kutu buku? Apa pustakawan juga bisa disebut kutu buku?

Pertanyaan itu selalu ada dipikiran saya, ketika saya belum kuliah di jurusan perpustakaan. Bahkan setiap keluar dari perpustakaan ada yang bertanya “Uih…keluar dari perpustakaan ya…wah…kutu buku…kutu buku nie…”.

Sebenarnya apa sih kutu buku itu?

Sebenarnya Kutu buku mengandung dua kata dalam bahasa Indonesia. Secara konotasi yaitu seseorang yang gemar membaca buku dan secara biologi yaitu hewan sejenis serangga yang suka memakan buku. Lebih jelasnya  kutu buku untuk hewan kecil atau bisa disebut dengan serangga  yang membuat lubang bisa juga serangga yang dapat mengebor  buku. Serangga kecil ini berukuran di bawah 1 mm (sangat kecil), bertubuh lunak tak bersayap, yang memakan kapang dan bahan organik lainnya pada barang-barang tak terawat, termasuk pada jilidan buku atau bagian lainnya. Hewan ini bukanlah kutu dalam pengertian entomologi.

Sedangkan  pengertian kutu buku  secara konotatif, yaitu orang yang sangat gemar membaca buku ,sehingga kurang memperhatikan pergaulan atau penampilannya. Apakah benar kutu buku demikian?  Secara generalisis sih memang seperti itu, namun jangan salah tafsir tentang kutu buku, tak semua orang kutu buku seperti itu. Benar mungkin mereka susah bersosialisasi namun dibalik itu ketika kita berusaha dekat dengan mereka sangat asyik juga. Semua apa yang kita bicarakan dengan mereka, mereka tau dan bisa nyambung dengan kita, kemungkinan kutu buku memiliki pemikiran luas karena mereka gemar membaca buku jadi kemungkinan juga ilmu mereka lebih luas tentang buku-buku yang mereka baca.

Jadi jangan takut jadi kutu buku, kutu buku itu banyak ilmu asal tidak berlebihan. Karena kita hidup di masyarakat sosial yang butuh bersosial dengan yang lain. The real Kutu Buku adalah mereka yang bisa dan mampu membagi waktu untuk membaca dan bersosialisasi dilingkungan sekitar bukan seperti kutu buku dalam pengertian serangga.

Dengan begitu orang yang pergi ke perpustakaan, orang yang bekerja di perpustakaan ataupun para pustakawan tidak semua disebut kutu buku kan… bisa saja orang yang datang ke perpustakaan itu hanya meminjam buku, orang yang datang ke perpustakaan hanya duduk-duduk saja untuk hotspotan, dan merekapun datang ke perpustakaan tidak datang setiap hari, mereka datang beberapa kali bahkan hanya sekali. Ada juga yang datang ke perpustakaan jika mereka membutuhkan buku itu saja dan selanjutnya tidak datang karena tidak butuh buku, contohnya saja mendapat tugas dari dosen atau mereka akan skripsi sehingga mereka datang ke perpustakaan untuk meminjam buku.

Jadi tidak semua orang yang datang ke perpustakaan adalah kutu buku. Mereka yang disebut kutu buku hanyalah mereka  orang yang sangat gemar membaca buku ,sehingga kurang memperhatikan pergaulan atau penampilannya.

Minggu, 29 April 2012

APAKAH PERPUSTAKAAN AKAN DI GESER SEARCH ENGINE DI ZAMAN GLOBALISASI INI ???

Di zaman globalisasi, informasi memaksa kita semua untuk turut mengambil peran dalam setiap aspeknya. Hingga tanpa terasa, kita semua disuguhi ragam jenis informasi dengan berbagai bentuk dan fungsinya. Era keterbukaan informasi yang ditandai dengan kemunculan internet membuat pustakawan juga harus mengikuti perkembangan zaman ini.
Internet, siapa sih... yang tidak kenal jika orang menyebutkan nama internet kita semua juga tidak bisa menyangkal kalau internet sangat cepat dalam menyajikan data atau informasi yang kita butuhkan dan lebih beragam karena terdapat banyak sumber dibanding buku.

Minggu, 08 April 2012

Resensi Film: HEARTBREAK LIBRARY


      Ceritanya dimulai dengan menampilkan foto Eun-soo bersama seorang laki-laki yang wajahnya sengaja ditutupi kertas. Dari situ penonton sudah tahu kalau dia bermasalah atau malah sudah putus dengan kekasihnya.
Eun-soo adalah seorang librarian yang kemudian bertemu dengan Kim Jun-oh yang merobek setiap halaman 198 buku di perpustakaan tempatnya bekerja. Karena menganggap itu sebuah tindakan criminal, Eun-soo memanggil pihak keamanan. Sayangnya, penangkapan