Sabtu, 26 Mei 2012

Apakah Tayangan Televisi Membuat Malas Membaca?


Salah satu media elektronik yang berkembang pesat adalah televisi. Berkat kemajuan teknologi pertelevisian kini siaran televisi sudah berlangsung selama 24 jam sehari terus-menerus. Berarti sepanjang hari kita dapat menikmati acara televisi. Siaran televisi itu antara lain berisi hiburan, penerangan/informasi, pendidikan dan promosi barang dan jasa. Oleh karena banyaknya acara yang ditayangkan oleh televisi, maka masyarakat dan pemirsa harus dapat memilih acara televisi yang bermanfaat bagi dirinya sendiri. Semua orang mengetahui bahwa banyak sekali acara yang digunakan oleh pengelola siaran televisi, sehingga para pemirsa sangat menikmatinya. Namun begitu masyarakat harus dapat mengatur waktu dan kegiatannya agar tidak tersita dengan mengatur waktu dan kegiatannya agar tidak tersita dengan kehadiran televisi di rumahnya, sehingga semua aktivitas dapat berjalan baik. Artinya semua progam dan kegiatan dapat dilakukan dan acara televisi yang disenangi dan bermanfaat tetap dapat diikuti. Salah satu sajian media audio visual tersebut adalah informasi yang hangat , cepat dan akurat sehingga banyak orang yang menikmati sesuai dengan segmen kebutuhannya.

Program-programa acara televisi itu secara langsung atau tidak langsung, dapat mempengaruhi perhatian masyarakat, termasuk waktu dan kesempatan ke perpustakaan. Hal itu bisa terjadi pada masyarakat, terutama yang minat dan kebiasaan membacanya masih relatif kurang. Karena mereka akan lebih senang menonton acara televisi daripada berkunjung ke perpustakaan untuk membaca buku dan bahan pustaka lainnya. Oleh karena itu harus dapat di antisipasi dan dikondisikan oleh perpustakaan dan masyarakat yang bersangkutan, misalnya dengan cara mengadakan kegiatan yang berkaitan dengan perpustakaan dan dapat menarik perhatian dan minat masyarakat.

Apabila upaya itu dilakukan dengan baik, maka dapat merupakan cara efektif untuk menghadapi ancaman dan tantangan atas kehadiran media pandang audio visual seperti televisi. Kita harus bisa memberikan suatu keseimbangan yang sama-sama dibutuhkan masyarakat. Hal itu bukan berarti para pemakai perpustakaan tidak perlu menikmati acara televisi yang lebih bernuansa informative dan infotainment. Maksudnya hal tersebut merupakan suatu kiat agar masyarakat dapat mengatur waktu dan kegiatan lain untuk memanfaatkan kedua-duanya, yakni tetap berkunjung ke perpustakaan dan masih bisa menonton tayangan televisi sebagai hiburan, informasi dan pendidikan. Seseorang perlu membiasakan diri dalam mengatur dan memanfaatkan waktu dengan baik.

1 komentar:

Kelik Juliardi mengatakan...

waw bagus bagus :D