Selasa, 29 Mei 2012

MINAT BACA NEGARA MAJU LEBIH TINGGI

Minat membaca dan menulis yang tinggi sangat terasa di negara-negara barat, termasuk di Selandia Baru. Dimana-mana, baik di tempat umum seperti di taman, di tempat wisata maupun di perpustakaan dan di sekolah-sekolah termasuk universitas, sangat lazim kita melihat orang asyik membaca baik buku-buku fiksi maupun ilmiah. Perpustakaan ada di setiap wilayah tempat tinggal dan ramai dikunjungi orang baik anak-anak, orang dewasa maupun kaum manula (lanjut-usia). Banyak tulisan yang ditulis oleh pengarang dan
penulis barat kita baca di berbagai media cetak termasuk jurnal-jurnal ilmiah yang jumlahnya hampir tak terhitung. Mengapa membaca dan menulis bagi mereka merupakan suatu aktivitas yang dibutuhkan untuk mengekspresikan diri, meluangkan waktu luang dan menyalurkan aspirasi dan ide? Mungkin budaya ini bisa kita tilik dari bagaimana mereka belajar membaca dan menulis sejak mereka duduk di bangku sekolah dasar. Tulisan ini dibagi menjadi dua bagian dimana bagian pertama akan lebih difokuskan pada kegiatan belajar membaca dan di bagian kedua lebih pada kegiatan belajar menulis.

Pemerintah Selandia Baru sangat menitik beratkan kegiatan ajar mengajar di sekolah dasar pada pengembangan kemampuan literacy, yaitu kemampuan untuk membaca dan menulis dan menggunakan bahasa dengan lancar. Selama enam tahun pertama pendidikan, dari kelas satu yang ditujukan untuk anak-anak usia 5 tahun sampai kelas enam, untuk anak-anak berusia sekitar 10-11 tahun, anak-anak belajar membaca sambil mempelajari ilmu pengetahuan alam, pengetahuan sosial, matematika, seni, kesehatan dan teknologi. Sambil mempelajari tentang tumbuh-tumbuhan misalnya, anak kelas dua belajar membaca kata-kata baru dalam konteks bacaan dan menggunakan gambar dan diagram untuk memahami isi bacaan yang disajikan guru. Hal ini dimungkinkan karena hampir semua murid sekolah dasar mempunyai guru yang sama untuk semua mata ajaran. Sampai sekitar kelas empat mata ajaran yang diajarkan "hanya" membaca, menulis, matematika dan seni. Sedangkan di kelas lima dan enam sudah ada pembagian yang lebih jelas, seperti ilmu pengetahuan alam, sosial, kesehatan dan teknologi selain keempat pelajaran yang juga diajar di kelas sebelumnya.

Tidak ada komentar: